
Jakarta, Kejadian serangan dan ledakan di Kawasan Sarinah, Jakarta mengundang perhatian banyak orang untuk berkomentar. Kami mewawancarai Rizqi Awal, Pengurus di Yayasan Majelis Dakwah Islam ini tentang kejadian Ledakan dan Serangan di Kawasan Sarinah.
Kang Rizqi, Apakah sudah tahu tentang tragedi ledakan di Sarinah?
- Sudah tahu. Media online, televisi dan sosial media begitu cepat memberitakannya.
Menurut kang Rizqi bagaimana?
- Pertama tentu kita mengutuk tragedi berdarah ini. Dan tentu ini tak bisa mewakili islam dan pihak manapun. Saya tidak berspekulasi siapa yang bertanggung jawab terlebih dahulu.
Lantas adakah ini terkait pengalihan isu?
- Tak bisa dipungkiri, kejadian teror di Indonesia, mayoritas berdampingan dengan isu. Hari ini saja, adalah batas akhir penawaran saham Freeport ke Indonesia. Dampaknya? Bagi Ekonomi tentu luar biasa. Selain itu isu orang hilang dengan Gafatar belum juga usai. Adalagi persidangan kasus Abu Bakar Baasyir.
Bagaimana menyikapinya?
- Negeri ini memang berakar pada satu masalah besar. Yaitu sistem yang dianut. Tindakan teror akan terus tumbuh seiring dengan ketidak-percayaan dan sistem kapitalisme hari ini. Benih-benih tindakan teror itu akan terus muncul tentunya.
Kita boleh fokus pada masalah ini. Tapi bukan berarti melupakan masalah pelik lainnya. Semua harus ditindak. Keadilan harus ditegakkan. Seperti juga terhadap pengelolaan Freeport.
Pesan dari anda tentang kasus ini bagaimana?
- Masyarakat diharap bertindak tenang. Tidak gegabah dan saling menuduh sampai semua proses terbuka. Kejadian ini bukan berarti mengesahkan untuk melarang orang-orang untuk berorganisasi apalagi berdakwah. Tapi justru, karena tidak dibolehkannya dakwah itu, lahir orang-orang yang salah memahami agama.