Gafatar dan Penyelesaiannya


Kisah dr Rica dan Meredupnya Gafatar di Mempawah Kalbar

oleh: Rizqi Awal 
(Pengasuh Yayasan Majelis Dakwah Islam)

Semenjak adanya kasus Dr. Rica yang menghilang, maka kedok Gafatar seperti terungkap. Meskipun telah dibubarkan, bukan berarti gerak dan langkah Gafatar berubah. Nyatanya, Gafatar yang merupakan reinkarnasi dari Qomar dan Al-Qiyadah Al-Islamiyyah melakukan "Hijrah" Akbar. Dengan nama baru, "Negara Karunia Semesta Alam" ini perlu dilakukan pengawasan secara ketat.

Sebab Kehadiran nama "NKSA" bukan tanpa sebab. Peralihan Gafatar menuju "NKSA" mengindikasikan bahwa mereka menuju proses "Madinahisasi". Mempawah seperti surga baru bagi gerakan ini. Sehingga terjadi Eksodus besar-besaran.

Maka penyelesaiannya ini tak lebih dari sekedar "pemulangan" tetapi juga penyadaran. Sebab ini bukan perkara penyelesaian secara sosial belaka, tetapi kesadaran mereka untuk kembali kepada ajaran agama sebelumnya, semisal islam.Sebab, aqidah mereka telah rusak. Dimana mempercayai Ahmad Mossadeq, sebagai messiah. 

Lantas Ahmad Mossadeq telah benar-benar bertaubatkah? Kalau memang kembali menjadi pembina gafatar, dan mempercayai dirinya sebagai Messiah, tentu ini yang perlu diperbaiki pemahaman dasarnya. Sebab, penyelesaian bukan saja dalam perkara yang terlihat saja, tetapi pemahaman mereka.

Kenapa ini bisa terjadi? Negara-lah yang bertanggung-jawab. Sebab tak sedikit, pemerintah hanya menangkap "pelaku" tapi membiarkan pemahaman mereka terus tumbuh.Salah satu hal yang terlihat adalah pembiaran"Lia Eden". Karena sampai sekarang kita dengan sendirinya menyaksikan bagaimana Lia Eden terus memelihara kepercayaannya. 

Sama hal dengan Ahmadiyah yang hari ini justru masih saja eksis. Apa ini mengindikasikan bahwa negara memberikan "kebebasan" bagi banyak orang untuk menodai agama dan mencari penganut baru bagi mereka? Karena sesungguhnya, hukum di negeri ini tidak bertindak tegas atas prilaku kriminalitas dan penyimpangan ini.